Friday, May 25, 2012

Ganjil yang Menggenapi

Keanehan ini semakin menjadi. Bukan aneh yang negatif memang. Seperti intuisi yang (mungkin) tidak dimiliki orang banyak. Aku merasa, alam sealu merespon apa yang aku pikirkan. Seakan-akan alam sedang berbicara dan membuktikan apa yang aku pikirkan dan aku harapkan. Tapi terkadang 'bayangan' yang muncul itu tidak sepenuhnya aku ingin memikirkannya. Justru lebih banyak datang sendiri.

De javu? Aku rasa mirip seperti itu. Tapi bukan. Kalau de javu, bukannya kita merasa seakan-akan pernah mengalami kejadian yang pernah muncul dipikiran kita tapi rasa 'sepertinya ini pernah' itu ada. Yang aku alami ini berbeda,bukan? Aku tahu persis kapan bayangan ini singgah di pikiran ini.

Bahkan setelah dia mampir, aku juga merespon. Biasanya dengan berbicara didalam hati,"Hah, kenapa tiba-tiba muncul si A di pikiranku?" Dan tidak lama, mereka benar-benar muncul di dunia nyata. Orang yang muncul ini juga biasanya adalah orang yang datang pada masa lalu. Masa lalu disini maksudnya, mereka sudah lama tidak berkomunikasi denganku. Rindu? Aku rasa tidak. Dan biasanya tidak ada hubungan pribadi dengan orang-orang yang muncul ini. Sejauh ini sih begitu.

Ada juga sebagian pikiran yang muncul setelah kejadian yang tak terdeteksi terjadi. Maksudnya seperti ini, misalnya aku baru dari suatu tempat. Biasa aja tuh pikiran disitu. Nah, pas baru sampai di rumah atau masih di tengah jalan,biasanya datanglah di pikiran itu. Nah gak lama setelah itu, biasanya orang yang muncul dipikiranku tadi memberitahu seperti ini,"Aku tadi liat kamu lho." Tahu kan, kalau orang muncul itu orang yang sudah lama gak berkomunikasi samaku.

Sudah banyak kejadian seperti ini. Disetiap terjadi selalu aja heart attack. Kejadian di saat jantung kita berhenti beberapa milisekon dan jantung seperti ditarik hingga agak terasa sesak. Ketika terjadi, aku biasanya berbicara pada pikiran berseru,"Ini kan orang yang tadi muncul." Yang membedakan dengan de javu, menurutku itu, kejadian yang muncul dipikiran itu tidak sama dengan yang terjadi sebenarnya. Jadi hanya tokoh dipikiran itu yang benar-benar sama.

Ada lagi!

Aku rasa tidak semua orang bisa melihat apa yang sedang dilihat orang. Ini bukan mistis. Hehehe.

Deskripsinya kira-kira seperti ini.
Misalnya aku sedang berada di suatu tempat, aku melihat orang yang sedang melihat ke arah lain. Aku dan orang ini tidak berada dalam posisi yang berdekatan, bisa juga berdekatan sih, nah arah yang kita lihat itu berbeda. Dia melihat lingkungan sekitarnya dengan luas pandang matanya,kan? Aku bisa melihat apa yang sedang dia lihat. Aku hanya melihat orangnya saja, tapi di otakku seperti ada sensor yang memunculkan apa yang sedang dilihat oleh orang yang sedang aku lihat itu. Ini juga biasanya menimbulkan efek wow di dalam diriku sendiri. Bukan aku yang wow, tapi kejadiannya dan keterhubungannya yang wow.

Kok bisa? Aku juga tidak tahu. Aku berada di posisiku, orang yang kulihat juga sedang berada di posisi nya sendiri, aku seperti menumpang kan 2 mataku yang lain di posisi matanya.

Aku juga selalu bermimpi. Perasaan aku tidak pernah tidak bermimpi kalau tidur. Katanya kalau sudah bangun, kita akan melupakan sebagian besar mimpi kita. Tapi aku biasanya masih bisa mengingat jelas apa yang ada dalam mimpiku itu. Mendeskripsikannya, siapa aja orang yang ada didalam (Meski tidak semua sih, tapi sebagian besar orang yang ada dalam mimpi itu bisa aku kenali), mendeskripsikan tempatnya, semuanya masih terlihat jelas, biasanya sih di mimpi sedikit percakapannya. Hehehe gak tahu deh kalau di mimpi orang lain gimana.

Satu mimpi yang mengejutkanku beberapa hari yang lalu.
Waktu sehabis pulang kuliah, aku tidur. Mimpi. Memimpikan siapa? Endang. Teman SMA ku. Jujur, kami tidak terlalu dekat, bahkan percakapan kami kurang dari 10 jari jika dihitung dalam kalimat.

Aku dan dia hanya kenal begitu saja. Kembali ke mimpi... aku bermimpi seperti ini. Endang datang ke UNJ bersama teman-teman sejurusannya dengan pakaian putih hitam. Tepatnya dia datang ke gedung sipil. Aku ingat, mereka sedang lesehan di depan L4 lantai 2. Aku dan teman-temanku yang baru naik dari tangga, langsung melihat endang. Dan tahu apa? Endang yang aku lihat itu pakai jilbab - FYI dia kristen. Begitu aku lihat, aku langsung heboh sendiri karena melihat teman yang sudah tidak lama aku lihat. Langsung aku peluk dan aku kenalkan pada teman-temanku. Aku pun bertanya kenapa dia pakai jilbab. Dia hanya tersenyum saja menampakkan deretan giginya yang masih dipagar. Hehehe.. Warna karet behelnya merah muda tuh di mimpi.

Begitu aku bangun, aku langsung bilang gini,"Endang?!"

Jadilah, pada malam harinya aku langsung mengirimkan sesuatu ke twitternya. Awalnya mau ngemention, tapi gak enak dibaca orang lain. Aku lihat profilnya, sudah 2 hari semenjak twit terakhirnya. Akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkan direct message (DM). Apakah aku dapat balasan?

Ya.

Dan yang mengejutkan adalah, kata Endang, dia juga bermimpi pakai jilbab dan sedang bersama teman sekampusnya. Kalau aku mimpinya pas sore, endang pas pagi.

Ini keren! Aku tidak berhenti mengucapkan kata,"Gila!" waktu baca balasan Endang. Kami berdua tidak tahu apa arti mimpi itu. Penasaran sebenarnya :)

Apa lagi yaaa..

Itu saja dulu. Adakah yang bisa mendeskripsikan apa yang sebenarnya terjadi padaku? Ini ganjil. Tapi yang ganjil tidak melulu kurang lengkap. Keganjilan ini seakan menggenapi kehidupanku. Aku menikmati setiap kejadian yang aku uraikan tadi.

What a long post!

Salam hangat,

H ♥
Blank Stare Kaoani Blank Stare Kaoani